banner 728x250

Aksi Damai Perhimpunan Pemuda Sasak Berujung Buntu: Pihak Aston Inn Mataram Diduga Tutupi Fakta Terkait IPAL dan Lahan Parkir

 

MATARAM, 15 April 2026 – Perhimpunan Pemuda Sasak menggelar aksi damai di depan kawasan Hotel Aston Inn Mataram guna menuntut transparansi pengelolaan lingkungan. Namun, aksi tersebut berakhir dengan kekecewaan setelah pihak manajemen hotel dinilai tidak kooperatif dan terkesan menghalangi upaya keterbukaan informasi publik.

 

Isu utama yang diangkat oleh Perhimpunan Pemuda Sasak adalah dugaan kuat pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh manajemen hotel. Masa aksi mencurigai bahwa Aston Inn Mataram tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai sesuai standar operasional yang berlaku.

 

Rasyid koordinator aksi menyampaikan bahwa kecurigaan ini semakin menguat ketika pihak manajemen menolak permintaan perwakilan massa aksi dan media pers untuk melihat langsung fasilitas IPAL tersebut.

 

“Jika memang mereka memiliki IPAL dan taat aturan, mengapa harus takut memperlihatkannya kepada kami dan media? Ketidakterbukaan ini justru mempertegas dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan terkait limbah hotel,” ujar Rasyid

 

Aksi damai tersebut juga diwarnai ketegangan mengenai lokasi penyampaian pendapat. Pihak manajemen hotel tidak mengindahkan aspirasi massa di area depan hotel dan justru mengarahkan massa untuk berorasi di depan sebuah minimarket di samping hotel.

 

Hal ini memicu pertanyaan baru terkait legalitas aset. Rasyid menduga bahwa Aston Inn Mataram tidak memiliki lahan parkir mandiri yang mencukupi, mengingat area yang selama ini digunakan sebagai parkir diduga merupakan lahan milik pihak ketiga (minimarket tersebut).

 

Poin Tuntutan Perhimpunan Pemuda Sasak:

 

1. Transparansi Lingkungan: Menuntut pihak hotel menunjukkan bukti fisik dan dokumen perizinan IPAL guna memastikan tidak adanya pencemaran yang merugikan warga sekitar.

 

2. Audit Lahan Parkir: Mempertanyakan status kepemilikan lahan parkir yang digunakan hotel, yang diduga mencatut lahan milik minimarket.

 

3. Keterbukaan Publik: Menyayangkan sikap manajemen yang tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Aston Inn Mataram masih enggan memberikan keterangan resmi atau memberikan akses kepada media untuk melakukan klarifikasi langsung di lokasi fasilitas IPAL. Perhimpunan Pemuda Sasak menegaskan akan membawa persoalan ini ke instansi pemerintah terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), agar dilakukan investigasi menyeluruh dan mereka merencanakan akan melakukan aksi jilid dua guna menegaskan tuntutan mereka.