banner 728x250

Proyek Irigasi Dompu Diduga Jadi Ladang Korupsi, Front Perjuangan Rakyat NTB Mengutuk Keras dan Nyatakan Mosi Tidak Percaya pada BBWS NT I

 

MATARAM, Senin,18 Mei 2026– Front Perjuangan Rakyat Nusa Tenggara Barat (FPR NTB) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) I NTB. Dalam aksi tersebut, massa aksi secara tegas menyatakan mosi tidak percaya dan mengutuk keras kinerja lembaga tersebut terkait adanya dugaan korupsi pada Proyek Irigasi Inpres Tahap II dan III di Kabupaten Dompu.

Proyek yang bersumber dari anggaran negara melalui Instruksi Presiden (Inpres) tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan diduga kuat menjadi ladang bancakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ironisnya, proyek yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan dan kesejahteraan para petani di Dompu, justru menyisakan penderitaan bagi masyarakat di tengah ancaman kekeringan.

Koordinator Aksi FPR NTB Renggo, dalam orasi politiknya yang berapi-api di depan massa, menegaskan bahwa rakyat tidak lagi membutuhkan ruang diplomasi atau janji manis dari pihak BBWS NT I yang dinilai telah kehilangan legitimasi moral.

“Mulai hari ini, detik ini, lembaga ini sudah bangkrut secara kepercayaan! Pengingkaran terhadap mutu proyek irigasi di Dompu adalah pengkhianatan nyata terhadap kesejahteraan rakyat NTB. Ketika petani menjerit karena kekeringan, ada oknum yang diduga tega memotong hak rakyat demi memperkaya diri sendiri. Ini bukan kelalaian teknis, ini kejahatan kemanusiaan!” tegas renggo di hadapan massa aksi.

Rio, Korlap aksi juga menyatakan sikap menolak untuk menemui pejabat BBWS NT I karena menganggap institusi tersebut sudah cacat moral. Sebagai bentuk tindakan nyata, dugaan penyimpangan dan bobroknya proyek irigasi ini telah resmi dilaporkan kepada Kepolisian Daerah (Polda) NTB.

Dalam pernyataan sikap resminya, Front Perjuangan Rakyat NTB menuntut tiga poin utama:

Mengutuk keras segala bentuk dugaan penyelewengan anggaran Proyek Irigasi Inpres Tahap II dan III di Kabupaten Dompu.

Menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan dan kinerja BBWS NT I NTB yang dinilai gagal menjaga amanah pembangunan rakyat.

 

Mendukung penuh Polda NTB untuk mengusut tuntas, menyeret, dan memenjarakan siapapun aktor intelektual serta mafia proyek yang berada di balik dugaan korupsi ini.

 

FPR NTB menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar jika aparat penegak hukum tidak segera menindaklanjuti laporan tersebut secara transparan dan berkeadilan.

 

“Jika hukum tidak bisa berjalan lurus, maka jalanan akan tetap menjadi pengadilan rakyat bagi mereka yang khianat!” tutup pernyataan tersebut disambut teriakan “Lawan!” dari massa aksi.