Lombok Timur, 15 Juni 2026 – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Bali-Nusa Tenggara (Bali-Nusra) sukses menyelenggarakan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Instruktur Wilayah (PIW) yang berlangsung pada 10–15 Juni 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret organisasi dalam memperkuat kualitas sumber daya kader sekaligus mendorong pengembangan kapasitas kader PMII agar mampu berdaya saing di berbagai bidang keilmuan dan profesi.
Kegiatan yang diikuti kader-kader terbaik dari berbagai cabang se-Bali dan Nusa Tenggara tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran, penguatan ideologi, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta pengembangan kemampuan instruksional kader sebagai ujung tombak kaderisasi PMII di masa mendatang.
Ketua Steering Committee (SC), Lalu Syahrul Apriyan, menegaskan bahwa kaderisasi harus menjadi ruang yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh kader PMII tanpa terkecuali.
“Kaderisasi adalah hak seluruh kader PMII. Oleh karena itu, PKL dan PIW ini menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan setiap kader mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengembangkan kapasitas, memperkuat ideologi, serta meningkatkan kompetensinya sebagai kader pergerakan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan kualitas kader tidak boleh berhenti pada jenjang formal semata, melainkan harus mampu melahirkan kader-kader yang siap berkontribusi di berbagai sektor strategis kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Ketua PKC PMII Bali-Nusra, Ahmad Muzakkir, menekankan pentingnya membangun kader PMII yang unggul dan mampu bersaing dalam bidang keilmuan masing-masing.
“Melalui PKL dan PIW ini, kami ingin melahirkan kader yang berdaya saing dan berkompeten dalam disiplin ilmunya. Inilah yang kami sebut sebagai diaspora kaderisasi, yaitu penyebaran kader-kader PMII yang memiliki kualitas, integritas, dan kompetensi untuk hadir serta memberikan kontribusi nyata di berbagai ruang pengabdian,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut PMII untuk terus memperkuat sistem kaderisasi agar mampu menghasilkan kader yang adaptif, kritis, inovatif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta semangat keindonesiaan.
Pelaksanaan PKL dan PIW PKC PMII Bali-Nusra ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem kaderisasi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, sekaligus mencetak instruktur dan kader-kader strategis yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan akademik, sosial, politik, ekonomi, maupun ruang-ruang pengabdian lainnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, PKC PMII Bali-Nusra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kaderisasi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan demi mewujudkan kader PMII yang unggul, berintegritas, serta siap menjawab tantangan masa depan.















