banner 728x250

Transformasi Balap Liar Jadi Prestasi: Runmadhan Polres Loteng Panen Apresiasi Tokoh Pemuda

PRAYA – 15 Maret 2026 – Fenomena balap lari jalanan yang kerap berujung pada taruhan dan gangguan ketertiban umum di Lombok Tengah kini menemukan “obat” yang tepat. Langkah inovatif Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., yang menginisiasi ajang “Runmadhan”, mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk tokoh pemuda setempat.

Lalu Syahrul Apriyan, salah satu tokoh pemuda di Lombok Tengah, menilai langkah Kapolres bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan sebuah gagasan yang visioner.

Kami melihat Pak Kapolres tidak menggunakan pendekatan represif semata. Dengan ‘Runmadhan’, beliau merangkul energi besar anak muda yang salah jalan menjadi sebuah kompetisi yang sehat dan terarah. Ini adalah langkah visioner yang mengubah masalah menjadi prestasi,” ujar Mantan Ketua Cabang PMII Lombok Tengah.

Inovasi “Runmadhan”: Wadah Energi Positif

Selama ini, aksi lari jalanan di malam hari seringkali memicu keributan dan membahayakan pengguna jalan. Melalui event Runmadhan, Polres Loteng memindahkan lintasan liar tersebut ke dalam arena yang lebih aman, terorganisir, dan tentunya legal.

Inovasi ini mengandung nilai Visioner karena:

Alih Fungsi Energi: Mengubah potensi konflik (balap liar) menjadi sportivitas.

Pendekatan Humanis: Polisi tidak lagi hanya membubarkan, tapi menyediakan fasilitas.

Economic Impact: Menghidupkan suasana malam Ramadhan dengan kegiatan yang bisa melibatkan UMKM di sekitar lokasi acara.

Rekam Jejak Inovatif: Agenda & Event Polres Loteng :

Berdasarkan catatan kegiatan kepolisian di wilayah Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto dan jajaran dikenal proaktif dalam menciptakan event yang mendekatkan aparat dengan masyarakat. Berikut beberapa agenda yang pernah dilaksanakan:

1. Runmadhan Polres Loteng Lari Malam Hari: Legalisasi balap lari jalanan untuk menghapus praktik perjudian dan menjaga ketertiban umum.
2. Patroli Dialogis & Jumat Curhat Komunikasi Publik: Mendengar keluhan masyarakat secara langsung untuk memetakan potensi konflik sebelum meledak.
3. Pengamanan Event Internasional (MotoGP/WSBK) Keamanan Strategis Integrasi pengamanan berbasis masyarakat (Pam Swakarsa) dengan standar internasional di Mandalika.
4. Bhakti Kesehatan & Sosial Pelayanan Publik: Memperkuat public trust melalui pendekatan kemanusiaan di desa-desa terpencil.
Membangun Masa Depan Pemuda Loteng

Lalu Syahrul Apriyan berharap model pendekatan seperti ini terus dipertahankan. Menurutnya, pemuda Lombok Tengah membutuhkan ruang ekspresi. Jika ruang tersebut disediakan oleh pihak berwenang seperti Polres, maka stabilitas keamanan akan tercipta dengan sendirinya tanpa perlu tindakan keras.

Gagasan AKBP Eko Yusmiarto adalah bukti bahwa Polri saat ini mampu berpikir out of the box. Kami para pemuda siap bersinergi untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Bumi Tatas Tuhu Trasna,” tutup Rian.