banner 728x250

Bukan Sekadar Buka Bersama, Ketua PW IKA-PMII NTB Kobarkan Semangat ‘Rumah Pulang’ dan Kemandirian Organisasi

MATARAM — Kediaman Ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII)  NTB, Akhdiansyah, menjadi titik kumpul ratusan alumni aktivis PMII dalam gelaran Iftor Jama’i (buka bersama) dan Silaturrahim Ramadan ke-7 Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA-PMII) NTB, Selasa (17/03).

Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri sekitar 300 alumni dari berbagai lintas generasi. Kehadiran para tokoh senior hingga kader muda ini mengubah suasana kediaman politisi PKB tersebut menjadi panggung konsolidasi gagasan dan penguatan jejaring organisasi.

Persiapan Rakerwil dan Digitalisasi Database

Dalam sambutannya, Akhdiansyah yang akrab disapa Guru To’i ini mengapresiasi antusiasme para alumni yang hadir. Ia memanfaatkan momentum tersebut untuk mengumumkan agenda besar organisasi dalam waktu dekat.

“Pada 19–20 April mendatang, kita akan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dirangkaikan dengan halal bihalal dan reuni akbar. Salah satu agenda krusialnya adalah launching kartu anggota (member card) IKA-PMII NTB,” jelas Akhdiansyah.

Ia menekankan bahwa pendataan alumni secara masif tengah dilakukan sebagai langkah digitalisasi basis data organisasi. Akhdiansyah mengajak seluruh elemen alumni untuk proaktif menyukseskan pendataan tersebut guna memetakan potensi sumber daya manusia PMII di NTB.

Gotong Royong Bangun Graha Mahbub Junaidi

Tak hanya soal administrasi, Akhdiansyah juga membakar semangat kemandirian organisasi dengan mendorong percepatan pembangunan Graha Mahbub Junaidi. Ia menegaskan bahwa rumah besar bagi para kader ini adalah tanggung jawab kolektif.

“Pembangunan ini adalah milik kita bersama. Jadi tidak hanya yang sedang menjabat sebagai anggota dewan atau pejabat saja, tapi seluruh alumni silakan berpartisipasi dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Pesan Strategis Tokoh dan Aksi Sosial

Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh besar, di antaranya Ketua PWNU NTB yang juga Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir. Dalam tausiyahnya, Prof. Masnun mengingatkan agar alumni PMII tidak kehilangan jati diri meskipun telah berkiprah di berbagai profesi.

“Apapun profesi kita hari ini, kita kembali ke rumah bersama PMII. IKA-PMII harus berdampak dan jangan sampai kita kehilangan arah serta lupa jalan pulang,” ujar Prof. Masnun.

Sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran santunan kepada 25 anak yatimserta pembagian 200 paket bantuan bagi masyarakat sekitar. Momentum ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga mempertegas peran strategis IKA-PMII dalam pembangunan daerah di Nusa Tenggara Barat.