Mataram, PKC PMII BALI NUSRA sukses mengadakan dialog publik terkait putusan MK : PILKADA Di pilih DPR, Demokrasi untuk siapa? .
agenda tersebut di hadiri oleh ratusan kader PMII Bali NUSRA. dalam dialog tersebut salah satu narasumber Raden Nuna yang sebagai anggota DPRD NTB Fraksi PDI perjuangan menyentil aktivis 98 yang pro terhadap PILKADA di pilih DPR.
“Seharusnya menjadi aktivis 98 merasa malu, Perjalanan demokrasi Indonesia yang dibangun di atas pengorbanan besar dan perjuangan nilai-nilai fundamental kini memasuki babak krusial. Sejak dimulainya masa transisi pada tahun 1999 hingga pelaksanaan pemilu terakhir, Indonesia terus berproses menuju fase pematangan demokrasi yang menuntut komitmen nyata dari seluruh elemen bangsa”. Ujarnya.
Perjuangan memperoleh hak-hak demokrasi di Indonesia dilakukan melalui pengorbanan besar, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa. Hal tersebut dinilai sebagai sesuatu yang rasional dan fundamental dalam upaya membangun demokrasi yang sejati. Salah satu tuntutan utama masyarakat pada masa itu adalah pemberian hak demokrasi secara penuh kepada rakyat.
Peningkatan kualitas demokrasi dinilai tidak lagi berfokus pada perubahan sistem, melainkan pada penguatan perangkat demokrasi.
Partai politik dituntut semakin dewasa melalui manajemen dan kaderisasi yang baik agar mampu melahirkan generasi pemimpin bangsa yang kompeten dan berintegritas sebagai penyambung estafet kepemimpinan nasional.
Selain itu, penyelenggara pemilu juga diharapkan memiliki integritas tinggi, bersikap profesional, serta bebas dari kepentingan kelompok tertentu. Di sisi lain, masyarakat sebagai pemilih perlu memiliki kesadaran politik dan kualitas sumber daya manusia yang memadai.
Dengan demikian, demokrasi tidak dapat dimaknai sebatas proses elektoral lima tahunan, melainkan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut komitmen semua pihak dalam menjaga dan meningkatkan kualitasnya. “Lanjutnya raden nuna”















