KNPI NTB Alarm Keras Fenomena ‘Genk Gay’ di Medsos, Siapkan Strategi Benteng Moral Pemuda
MATARAM – Munculnya fenomena grup Facebook “Genk Gay Lombok Tengah” dengan ribuan pengikut memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hairunisah, angkat bicara dan menegaskan bahwa fenomena ini adalah “alarm keras” bagi ketahanan sosial pemuda di Bumi Gora.
Hairunisah menyatakan bahwa KNPI NTB tidak hanya melihat ini sebagai isu kesehatan semata, tetapi sebagai ancaman serius terhadap regenerasi bangsa dan tatanan nilai budaya lokal yang religius.
“Kami sangat prihatin. Ini bukan sekadar tren media sosial, tapi sudah menjadi penyakit sosial yang nyata merambah anak muda kita. Jika tidak diintervensi, ini akan merusak struktur sosial dan kualitas pemuda NTB di masa depan,” tegas Hairunisah saat memberikan keterangan di Mataram, Minggu (18/1/2026).
Strategi KNPI NTB: Konsep ‘Benteng Pemuda’
Untuk meminimalisir merebaknya pengaruh LGBT di kalangan pemuda, Hairunisah memaparkan konsep strategis yang akan dijalankan oleh KNPI NTB melalui tiga pilar utama:
1. Edukasi Literasi Digital dan “Cyber-Watch” Hairunisah menekankan bahwa media sosial sering kali menjadi pintu masuk melalui narasi yang dikemas secara persuasif. KNPI akan membentuk tim literasi digital untuk memberikan edukasi kepada pemuda agar mampu memfilter konten yang bertentangan dengan norma agama dan adat Patut Patuh Patju.
2. Penguatan Ketahanan Berbasis Komunitas (Peer-to-Peer) “Pemuda lebih didengar oleh sesama pemuda. Kami akan mengaktivasi OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) di tingkat kabupaten/kota hingga desa untuk menjadi konselor sebaya. Tujuannya, agar pemuda yang sedang mengalami krisis identitas atau masalah lingkungan tidak lari ke komunitas menyimpang, melainkan mendapat rangkulan positif,” jelasnya.
3. Revitalisasi Nilai Agama dan Budaya Sasambo KNPI NTB mendorong pengembalian jati diri pemuda NTB melalui nilai-nilai Sasak, Samawa, dan Mbojo (Sasambo). Hairunisah berencana menggandeng tokoh agama dan tokoh adat untuk masuk ke ruang-ruang diskusi kepemudaan guna memperkuat landasan spiritual sebagai benteng utama.
Dorong Regulasi dan Peran Pemerintah
Selain langkah taktis di lapangan, Hairunisah juga mendesak Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk lebih serius dalam melakukan pengawasan dan pencegahan.
“Kita butuh sinergi. Dinas Kesehatan dari sisi medis, Dinas Pendidikan dari sisi kurikulum kesehatan reproduksi yang berbasis moral, dan pihak Kepolisian dalam memantau aktivitas siber yang melanggar norma kesusilaan,” tambah Hairunisah.
Ia menutup dengan pesan bahwa pencegahan LGBT tidak bisa dilakukan dengan pengucilan semata, melainkan dengan menyediakan ekosistem kegiatan pemuda yang sehat, produktif, dan religius.
“KNPI akan berada di garda terdepan untuk memastikan pemuda NTB tetap berada pada koridor nilai-nilai luhur kita,” pungkasnya.















