banner 728x250

Gerebek Kanwil KEMENHAJ NTB, Perhimpunan Pemuda Sasak Desak Tindak Tegas Travel Haji dan Umrah Nakal

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.47916666, 0.49166667);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;

MATARAM, 1 April 2026 – Sejumlah massa yang tergabung dalam Perhimpunan pemuda Sasak mendatangi Kantor Wiilayah Haji Dan Umrah NTB pada Rabu siang .

Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan hearing (dengar pendapat) terkait maraknya dugaan praktik travel umrah dan haji ilegal serta tidak berizin yang merugikan masyarakat di wilayah NTB.

Ketua Perhimpunan Pemuda Sasak menyatakan bahwa langkah ini diambil menyusul banyaknya laporan masyarakat yang merasa tertipu oleh iming-iming paket murah, namun gagal berangkat atau ditelantarkan saat berada di Tanah Suci.

Tuntutan Utama Perhimpunan pemuda Sasak

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan koalisi menyampaikan beberapa poin tuntutan krusial kepada pihak Kanwil Kemenag NTB:

Audit dan Evaluasi Total: Mendesak KANWIL HAJI DAN UMRAH NTB untuk melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh Travel perjalanan umrah dan haji yang beroperasi di NTB, baik pusat maupun kantor cabang.

Tindak Tegas Travel Ilegal: Meminta pihak berwenang segera menutup dan memproses hukum travel yang tidak memiliki izin resmi (PPIU/PIHK) namun tetap melakukan perekrutan jemaah.

Transparansi Pengawasan: Mendorong Kanwil Haji Dan Umrah untuk lebih masif mensosialisasikan daftar travel resmi kepada masyarakat melalui platform digital maupun media massa guna mencegah penipuan.

Sanksi Pencabutan Izin: Meminta ketegasan Kemenag untuk mencabut izin operasional bagi travel yang terbukti melakukan wanprestasi atau menelantarkan jemaah.

“Kami tidak ingin NTB terus menjadi ladang empuk bagi oknum travel nakal yang mengeksploitasi niat suci ibadah masyarakat. Kanwil Kemenag sebagai regulator tidak boleh hanya duduk diam; harus ada tindakan konkret di lapangan,” ujar Taupik Hidayat Perhimpunan pemuda Sasak

Sedangkan Kepala KEMENHAJ NTB

( H. lalu M. Amin, S. H)

menyambut baik aspirasi tersebut. Dalam diskusi tersebut, pihak Kanwil menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan dan berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan valid mengenai adanya praktik ilegal.

Kami komitmen mengkawal apa yang Saudara-suadara sampaikan, dan kami akan segera menindak tegas travel-travel yang nakal dan yang mall administrasi. Ujarnya

KEMENHAJ NTB juga menghimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip “5 Pasti Umrah”:

  1. Pasti Travelnya Berizin
  2. Pasti Jadwalnya
  3. Pasti Terbangnya
  4. Pasti Hotelnya
  5. Pasti Visanya

Perhimpunan pemuda Sasak menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata berupa sanksi administratif maupun hukum bagi travel-travel yang bermasalah. Mereka juga berencana membangun posko Satgas pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh oknum travel haji dan umrah.