Desa Kabul, Lombok Tengah- Persoalan infrastruktur jalan yang rusak sekian lama di Desa Kabul akhirnya mendapat perhatian serius. Tanpa menunggu bantuan formal dari pemerintah daerah, Ahmad Halim, salah satu Calon Kepala Desa Kabul, memilih turun langsung memimpin aksi swadaya masyarakat untuk memperbaiki akses jalan yang memprihatinkan, Rabu (24/03/2026).
Aksi yang berlangsung di malam hari ini berlokasi -+ di 21 titik jalan rusak dan melibatkan puluhan warga dari berbagai dusun. Dengan alat seadanya dan material hasil swadaya, Ahmad Halim tampak berbaur bersama masyarakat, mengangkut batu hingga meratakan tanah di titik-titik jalan yang berlubang parah.
Ahmad Halim menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk dedikasi dan jawaban atas keluhan warga yang selama ini terhambat aktivitas ekonominya akibat akses jalan yang rusak. Menurutnya, perubahan di desa tidak harus selalu menunggu anggaran turun, melainkan bisa dimulai dari semangat gotong royong.
“Ini bukan sekadar kampanye, tapi panggilan nurani. Jalan ini adalah urat nadi ekonomi warga kita. Kalau aksesnya sulit, kasihan petani dan pedagang kita. Kita mulai dari apa yang kita bisa lakukan hari ini bersama-sama,” ujar Ahmad Halim di sela-sela kegiatannya.
Kehadiran Ahmad Halim di tengah lapangan mendapat apresiasi tinggi dari warga. Mereka mengaku terharu melihat calon pemimpin yang tidak hanya pandai berteori di atas panggung, tetapi mau kotor-kotoran dan bekerja keras di lapangan.
“Kami butuh aksi nyata seperti ini. Selama ini jalan rusak cukup mengganggu, apalagi kalau hujan. Pak Ahmad Halim membuktikan bahwa beliau mau mendengarkan dan bekerja bersama kami,” ujar salah satu tokoh pemuda setempat.
Melalui aksi swadaya ini, Ahmad Halim berharap budaya gotong royong di Desa Kabul kembali bangkit. Ia meyakini bahwa dengan kekompakan antara pemimpin dan rakyat, segala permasalahan desa—terutama infrastruktur—akan lebih mudah diselesaikan.
Kegiatan perbaikan jalan ini diharapkan dapat memperlancar mobilisasi warga dan meningkatkan keamanan berkendara, sembari menunggu program pembangunan infrastruktur yang lebih permanen di masa mendatang.















